Jumat, 06 Juni 2014

Astacala Mounteneering Course

Astacala Mounteneering Course merupakan kegitan yang ditunjukan kepada civitas akademi Telkom University, kegiatan yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu 5 – 6 Oktober 2013. AMC 1 ini mengambil lokasi di Gunung Papandayan, Garut, Jawabarat. Mengambil Tema “Naik Gunung Tidak Hanya Modal Semangat”, AMC 1 ini sebagai ajang petualangan dan sharing ilmu tentang navigasi dan safety prosedur di alam bebas khususnya dunia mountaineering yang semakin naik daun. Dengan berbagai alasan, semakin banyak orang yang naik gunung. Dari Jumlah peserta, AMC 1 ini diikuti oleh 29 orang yang sebagian besar mahasiswa Telkom University da nada juga beberapa dosen dari ITB.



Menyusuri batuan dan uap belerang

Pada hari pertama kegiatan AMC 1 ini, rombongan panita dan peserta tiba di area parker kawasan Gunung Papandayan setelah beberapa jam menempuh perjalanan dari kampus Telkom University. Seusai makan siang semua rombongan bergerak menuju Pondok Salada yang memerlukan sekitar 2-3 jam perjalanan menyusuri bebatuan dan uap belerang yang menyembur di kaki Gunung Papandayan dan hutan. Di sekitar Pondok Salada inilah rombongan AMC 1 bermalam, tenda tenda doome didirikan oleh peserta sedikit masuk kehutan, karena saat itu Pondok Salada begitu ramai pendaki. Malam itu, begitu api unggun terbakar dan iringan lagu lagu akustik berlangsung membaurkan seluruh panitia dan peserta. Sebagai informasi Pondok Salada adalah sebuah dataran yang cukup luas di ketinggian yang banyak di tumbuhi bunga edelweiss. 



Menuju Pondok Salada

Hari kedua acara AMC 1 adalah trekking menyusuri kawasan hutan mati menuju Tegal Alur. Di sepanjang perjalanan kami harus melewati hutan mati yang sedikit berdebu dan panas kemudian melewati beberapa tanjakan yang cukup curam, salah satunya adalah tanjakan mamang. Di sela perjalanan menuju Tegal Alur beberapa kali peserta diajarkan cara navidasi darat diantaranya : Orientasi medan dengan membaca kontur ataupun resection (mencari posisi kita di peta) dan intersection (menentukan posisi suatu titik (benda) pada peta dengan menggunakan 2 atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan dan dipeta) Beberapa saat kemudian rombongan mendapati sebuah tanah datar yang sangat luasa dan ditumbuhi banyak sekali bunga edelweiss, tak salah lagi inilah Tegal Alur. 



Belajar Navigasi

Tegal Alur

Usai AMC 1 ini, Dengan beberapa ilmu yg diberikan, diharapkan semua peserta nantinya dapat melakukan kegiatan pendakian gunung dengan aman dan nyaman. Jadi, naik gunung atau berkegiatan outdoor tidak cukup hanya bermoda semangat. 


Foto bersama peserta AMC 1

"Kami hanya mengantarkan, alam yang mendidik, karena alam adalah guru,sebaik-baiknya guru, alam akan mengajarkan semuanya kepada kita" Astacala.

Senin, 18 November 2013

XCI goes to Bromo : Mencumbu Debu Bromo

Pagi itu cerah sekali di kota malang, kami sedikit terlambat ketika akan memulai perjalanan ke bromo, jelas saja kami sedikit lelah karena kami tiba di malang terlalu larut malam. Alhasil, rencana untuk mengejar sunrise di bromo terpaksa kami batalkan dan memilih trip ke bromo di pagi hari.
Rombongan mulai menyusuri jalanan kota apel menuju ke bromo, paling depan tentu mobil road captain dan di paling belakang ada sweeper yang bertugas memastikan tidak ada rombongan yang tertingal dari konvoi ini. Satu jam berlalu jalanan masih seperti jalanan kota malang pada umumnya hanya saja medan jalan sudah mulai menyempit serta tak terlalu ramai. 

 
Melewati hutan cemara pananjakan

Kamis, 12 September 2013

Goa Batu Cermin , Labuhan Bajo


Labuhan Bajo, kota yang beberapa tahun terakir menjadi sangat terkenal karena di sana merupakan satu-satunya akses terdekat menuju Taman Nasional Pulau Komodo dan Pulau Rinca, malam itu pukul 21.00 setiba di Labuhan Bajo yang pertama saya lakukan adalah mencari penginapan, adalah penginapan cahaya mandiri yang terletak tidak jauh dari pelabuhan labuhan bajo yang menadi pilihan saya waktu itu. cukup murah sewanya, hanya 35000 rupiah satu malam, Rumah kayu dua lantai dengan bagian belakang langsung menghadap laut yang sedikit kotor, sayang. Mungkin hampir semua orang yang datang ke labuhan bajo bertujuan untuk menikmati Taman Nasional Pulau Komodo dan keindahan bawah lautnya, tak heran jika sepanjang jalan soekarno-hatta labuhan bajo berjejer counter counter dive resort yang hampir semua dive resort tersebut dimiliki warga negara asing, anj*ng. Otak saya tidak begitu berbeda dengan sebagian orang yang datang kesini, saya ingin ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Senin, 25 Maret 2013

NAMASTE ROAD TO FINAL

Tim Namaste Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) lolos Final dalam ajang tahunannya Microsoft, Imagine Cup 2013 Indonesia. Tim yang terdiri dari mahasiswa Sistem Informasi IT Telkom itu menampilkan presentasi terbaiknya di depan dewan juri di kantor Microsoft, Sabtu (23/03/2013). Project karya Namaste, Kidea, lolos di kategori Innovation Imagine Cup 2013 Indonesia.

Seluruh finalis Imagine Cup 2013 akan bertanding di Jakarta pada 12 April mendatang. Imagine Cup merupakan kompetisi untuk mahasiswa yang diselenggarakan oleh Microsoft. Pemenang Imagine Cup 2013 Indonesia akan bertanding di Imagine Cup Worldwide di Rusia.

Fakta WHO menyebutkan sebesar 15% penduduk dunia mengidap keterbelakangan mental, sedangkan di Indonesia prevalensinya sebesar 1% dari setiap populasi. Fakta tersebut menunjukan bahwa keterbelakangan mental merupakan sebuah masalah yang perlu mendapatkan penanganan yang serius. Tak ingin masalah keterbelakangan mental semakin besar, Tim Namaste menciptakan sebuah solusi untuk membantu anak-anak yg mengalami retardasi mental yaitu dengan aplikasi KIDEA. 
Tim Nasmate
Personel Namaste semuanya adalah mahasiswa Sistem Informasi IT Telkom yakni Ainu Faisal Pambudy (116114159), I Made Prawira Indrawan (116114158), Ghoziyah Khaitan Rachman (116112155), Kholifatul Ummah (116100075). menyadari terapi memakai terapist sangat mahal dan cuma sekitar 2-3 kali seminggu dan pentingnya mempererat interaksi antara anak dengan keluarga.

Kidea adalah aplikasi berbasis Kinect yang memberikan metode terapi yang interaktif dan komperhensif terhadap penderita keterbelakangan mental. Kidea dapat berperan sebagai sebuah komplementer untuk terapi, yang dapat dipakai saat di terapis dan dapat juga dipakai dirumah. Selain itu, KIDEA juga menerapkan cara terapi okupasional, yaitu terapi yang menerapkan saraf motorik dengan menggunakan penyesuaian gerakan menggunakan Kinect. KIDEA memanfaatkan gesture, voice and face recognizing yang ada dikinect.

Harapan dari Namate sendiri adalah " Semoga nantinya KIDEA akan diterapkan melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga sosial dan sekolah-sekolah luar biasa" kata Ainu.

KIDEA dirancang dengan software Visual Studio 2012, 3Ds Max 2013, Adobe photoshop, Premiere, After Effect CS6, Windows 8 serta technology Kinect. KIDEA yang masuk dalam kategori innovation telah berhasil lolos ke final Imagine Cup 2013 menyingkirkan kontestan di Indonesia. Kita patut berbangga, Tim Namate masuk final untuk kategori Innovation, bersaing dengan UGM dan UI. Dukung Namaste dan kita doakan mereka bawa nama Sistem Informasi dan IT Telkom sampai ke Rusia.

Penulis : Muhammad Amin, SI 2008.

Senin, 18 Maret 2013

Soft Launching KBSI

Prodi Sistem Informasi secara resmi melaksanakan soft launching Keluarga Besar Sistem Informasi (KBSI), di Bumi Perkemahan Rancaupas, Kabupaten Bandung, Minggu 17 Maret 2012 pukul 00.55 WIB. Bertepatan dengan acara malam keakraban jurusan Sistem Informasi. “ Soft launching ini merupakan bagian dari proses pendirian KBSI yang akan dipersiapkan secara bertahap dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya “ kata mantan Kaprodi Sistem Informasi Avon Budiono .

Suasana Soft Launching KBSI

KBSI yang mempunyai visi Menjadi forum komunikasi dan pusat aktivitas kemahasiswaan kreatif yang memberikan kemanfaatan bagi mahasiswa sistem informasi dengan berasaskan kekeluargaan diharapkan mampu membangun semangat kekeluargaan dalam setiap aktivitas kemahasiswaan Sistem Informasi IT Telkom serta mencetak mahasiswa yang kreatif dan bertanggung jawab dalam mengembangkan keilmuan sistem informasi yang mengutamakan pengabdian pada masyarakat.

" Tidak perlu khawatir dengan keberadaan KBSI, karna kita akan saling menguatkan satu sama lain " kata beliau. Disinilah sejarah Sistem Informasi dicatatkan, Terlihat api unggun begitu besar dan senyum bahagia menyelimuti setiap orang yang ada malam itu ketika Bapak Avon Meresmikan keberadaan KBSI.

Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat SI yg kuat, sehat, kekal dan Abadi. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau dia mengenal obyeknya. Marilah kita bersama-sama turut membangun kualitas intelektual maupun organisasi dalam KBSI.


Tulisan : Muhammad Amin
Foto : Tim Pubdok Makrab