Tampilkan postingan dengan label Infiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infiksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Melawan Hati

Saturday, 03 Oct 2012 pagi yang kurang begitu baik. Bangun dari tidur di salah satu sudut kamar sebuah hotel kelas lumayan di suatu kota tak begitu besar yang mungkin akan tumbuh besar beberapa decade kedepan seperti kota kota penghasil perut bumi lainya di Kalimantan, Malinau. Hampir seperti biasa begitu mengibaskan selimut dan menuju sudut kamar dengan sebuah meja sederhana, laptop dan sebuah hardisk eksternal . The trees and the wild dengan honeymoon on ice menyulap pagi ini menjadi begitu romantic sambil membuka sebuah folder di salah satu partisi di hardisk ini, my photograpy. Sudah hampir 40 hari rasanya aku meningalkan hiruk pikuk Ibukota dan Bandung yang sedikit dingin itu. Dua kota yang memberikan banyak pengalaman tentang arti sebuah kehidupan dan mengajarkanku tentang sebuah kebahagiaan.

Beberapa saat yang lalu sudah kubuka handphone ku yang tak belom bisa dikatakan smart itu, sebuah pesan singkat kubuka “good morning boy”, senada dengan itu aku membuka social media yang membuatku semakin merindukan teman temanku di tanah sunda sana ataupun seorang wanita yang 4 tahun lalu bertemu denganku di suatu gerbong kereta expres kahuripan jurusan Bandung – Kediri sepulang dia dari salah satu gunung tersohor di Jawa Barat, Gede Pangrango. Rasanya 40 hari ini aku dan mereka begitu jauh, ketidakberuntungan memakai Blackberry CDMA yang tak pernah dapat sinyal di luar jawa – bali membuat menjadi merasa sangat sepi dan bodoh.

Rabu, 02 Januari 2013

UNTUK ANGIN PUNCAK

Dalam sebuah kabut yang dingin, kaki-kaki yang kotor dan gemetar itu masih mencoba untuk berdiri, menopang berat tubuhnya yang semakin limbung. Kadang, hembusan angin tak bisa ia lawan lagi dengan lebih kuat, tubuhnya menggigil, menandakan kalau ia sendiri sudah tak kuat menahan tantangan alam yang memang ganas.

Cuaca di pagi itu memang menggigit, suhu mungkin lebih rendah dari daya tahan tubuh biasanya. Hujan yang deras mendera, menambah beban penderitaan pada tubuh-tubuh ringkih yang mencoba berkelana itu. Mencoba melawan mekenisme alam dalam menghidupi dirinya.