Selasa, 12 Februari 2013

The Beauty of Labuan Bajo

Terletak di bibir laut dan mempunyai pelabuhan yang dapat dipastikan akan ramai kedepanya, pelabuhan yang tidak terlalu besar namun dapat dikatakan fasilitasnya sangat lengkap. Dari pelabuhan ini saja mataku sudah dimanjakan dengan pulau-pulau kecil sepanjang mata memandang, hotel, resort, café pun dapat dengan mudah didapatkan di sepanjang jalan sekitar pelabuhan. Imajinasi saya tiba tiba melayang dan membayangkan saya sedang venezia, italia. Namun sepertinya harus ditunda dahulu sebab menurut saya kota ini belum siap.


Labuhan Bajo dari Bukit

Labuhan bajo, kota disepanjang pantai barat pulau flores ini umumnya berbukit, bangunan berjejer memenuhi bukit seperti layaknya di lembang, dengan akses jalan tak terlalu besar melingkar menghuungkan sebua sudut kota. Di jalan utama kota ini terdapat banyak sekali tour agent, sayang sekali hampir semua yang saya singgahi bukan milik orang Indonesia #dafuck. Wajar saja semua orang yang ingin ke pulau komodo atau rinca wajib singgah dikota ini.

Senin, 11 Februari 2013

Melawan Hati

Saturday, 03 Oct 2012 pagi yang kurang begitu baik. Bangun dari tidur di salah satu sudut kamar sebuah hotel kelas lumayan di suatu kota tak begitu besar yang mungkin akan tumbuh besar beberapa decade kedepan seperti kota kota penghasil perut bumi lainya di Kalimantan, Malinau. Hampir seperti biasa begitu mengibaskan selimut dan menuju sudut kamar dengan sebuah meja sederhana, laptop dan sebuah hardisk eksternal . The trees and the wild dengan honeymoon on ice menyulap pagi ini menjadi begitu romantic sambil membuka sebuah folder di salah satu partisi di hardisk ini, my photograpy. Sudah hampir 40 hari rasanya aku meningalkan hiruk pikuk Ibukota dan Bandung yang sedikit dingin itu. Dua kota yang memberikan banyak pengalaman tentang arti sebuah kehidupan dan mengajarkanku tentang sebuah kebahagiaan.

Beberapa saat yang lalu sudah kubuka handphone ku yang tak belom bisa dikatakan smart itu, sebuah pesan singkat kubuka “good morning boy”, senada dengan itu aku membuka social media yang membuatku semakin merindukan teman temanku di tanah sunda sana ataupun seorang wanita yang 4 tahun lalu bertemu denganku di suatu gerbong kereta expres kahuripan jurusan Bandung – Kediri sepulang dia dari salah satu gunung tersohor di Jawa Barat, Gede Pangrango. Rasanya 40 hari ini aku dan mereka begitu jauh, ketidakberuntungan memakai Blackberry CDMA yang tak pernah dapat sinyal di luar jawa – bali membuat menjadi merasa sangat sepi dan bodoh.

Minggu, 10 Februari 2013

Sebuah Perjalanan Kecil Mengalunkan Kemerdekaan


Kemerdekaan Indonesia adalah sebuah perjuangan yang panjang. Alam Indonesia, sebagai salah satu entitas yang diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa ini, telah menjadi sebuah tempat bagi mereka para pejuang, untuk mengabdikan segenap jiwa dan raga di saat berkecamuknya perjuangan meraih kemerdekaan. Sebagai seorang insan yang menghargai itu, sungguh layak bagi kita untuk menghayati bahkan mencari cara untuk lebih menghadirkan makna “perjuangan” di benak diri. Maka tak ayal kami akhirnya memutuskan untuk mencoba lebih memahaminya dengan merasakan sebuah perjuangan. Perjuangan kecil yang kami tujukan untuk tanah air ini, yaitu pendakian Gunung Semeru. “
Pos Perijinan Ranupane
Pendakian gunung yang terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang adalah salah satu gerakan kecil kami untuk mengejawantahkan kata “perjuangan” tersebut. Adalah suatu hal rutin yang jamak dilakukan beberapa khayalak umum dan kalangan pecinta alam bahwa setiap tanggal 17 Agustus di Gunung Semeru, diadakan sebuah upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi kami sendiri, ini adalah pendakian pertama kami ke Gunung Semeru, gunung yang terkenal menghadirkan panorama yang “eksklusif” bagi para pendakinya.

Rabu, 30 Januari 2013

Ciremai and Mom , You're Everything


jumat 20 juni 2011 , handphone saya bergetar ketika sedang makan sing di kantin kampus. tak disangka salah satu dosen ternama dikampus putih biru mengajak saya berkunjung ke Gunung Ciremai weekend itu. dengan ditemani Dina Nasution tak butuh waktu lama saya segera menyiapkan beberapa peralatan camp dan alat pribadi serta sesegera mungkin saya memepersiapkan surat jalan dan rencana operasional perjalanan.


Gunung Ciremai

Sabtu 21 juni 2011 , setalah semua siap datanglah kedua dosen kami yaitu Bp.Mamad Rohmat dan Bp.Jondri menjemput kami di sekretariat Astacala, untuk segera meninggalkan kampus IT.Telkom untuk menuju ke sebuah desa lumayan besar di kaki gunung ciremai yaitu desa linggarjati.

Rabu, 02 Januari 2013

UNTUK ANGIN PUNCAK

Dalam sebuah kabut yang dingin, kaki-kaki yang kotor dan gemetar itu masih mencoba untuk berdiri, menopang berat tubuhnya yang semakin limbung. Kadang, hembusan angin tak bisa ia lawan lagi dengan lebih kuat, tubuhnya menggigil, menandakan kalau ia sendiri sudah tak kuat menahan tantangan alam yang memang ganas.

Cuaca di pagi itu memang menggigit, suhu mungkin lebih rendah dari daya tahan tubuh biasanya. Hujan yang deras mendera, menambah beban penderitaan pada tubuh-tubuh ringkih yang mencoba berkelana itu. Mencoba melawan mekenisme alam dalam menghidupi dirinya.